Selasa, 16 Agustus 2016
Jumat, 08 Juli 2016
Universitas Esa Unggul Melanjutkan Kepeloporan di Bidang Ilmu-ilmu Kesehatan 2016
Setelah menjadi pelopor di bidang Fisioterapi dan Rekam Medis,
Universitas Esa Unggul kembali melanjutkan kepeloporannya di bidang
Ilmu-ilmu Kesehatan. “Kami sedang mengajukan perijinan program studi
baru di bidang kesehatan. Salah satunya adalah Terapi Okupasi dan
Tradisional Komplimenter atau pengobatan Tradisional,” demikian
dinyatakan Rektor Esa Unggul Dr. Ir. Arief Kusuma AP, MBA pada hari ini
(1/7).
Yang masuk dalam Tradisional Komplimentar antara lain adalah Akupuntur, Herbal, Spa, Chiropraktice (terapi manual yang berhubungan dengan struktur dan fungsi tulang belakang), dan Naturopati (pengobatan menggunakan sarana alami seperti makanan, latihan fisik, panas, udara, air, dll).
Pengajuan prodi baru ini adalah guna memenuhi tuntuan Pemerintah No. 103 tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional. Sehingga hal ini kembali menjadikan, “Esa Unggul kembali menjadi pelopor pendidikan tinggi yang menyiapkan menyediakan pelayanan kesehatan tradisional di jenjang S1,” demikian ditegaskan Rektor Esa Unggul.
Sedangkan Terapi Okupasi, yang jenjang pendidikan tingginya juga akan dipelopori oleh Esa Unggul, pada dasarnya merupakan bentuk layanan kesehatann masyarakat atau pasien yang mengalami gangguan fisik atau mental dengan menggunakan aktivitas bermakna (okupasi). Dalam memberikan pelayanan kepada individu, okupasi terapi memerhatikan aset (kemampuan) dan limitasi (keterbatasan) yang dimiliki individu pasien dengan memberikan aktivitas yang purposeful (bertujuan) dan meaningful (bermakna).
“Sebagai langkah awal terkait pendidikan pengobatan tradisional, kami sudah mulai dengan menawarkan kursus akupuntur,” demikian kembali dinyatakan Rektor Esa Unggul
Yang masuk dalam Tradisional Komplimentar antara lain adalah Akupuntur, Herbal, Spa, Chiropraktice (terapi manual yang berhubungan dengan struktur dan fungsi tulang belakang), dan Naturopati (pengobatan menggunakan sarana alami seperti makanan, latihan fisik, panas, udara, air, dll).
Pengajuan prodi baru ini adalah guna memenuhi tuntuan Pemerintah No. 103 tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional. Sehingga hal ini kembali menjadikan, “Esa Unggul kembali menjadi pelopor pendidikan tinggi yang menyiapkan menyediakan pelayanan kesehatan tradisional di jenjang S1,” demikian ditegaskan Rektor Esa Unggul.
Sedangkan Terapi Okupasi, yang jenjang pendidikan tingginya juga akan dipelopori oleh Esa Unggul, pada dasarnya merupakan bentuk layanan kesehatann masyarakat atau pasien yang mengalami gangguan fisik atau mental dengan menggunakan aktivitas bermakna (okupasi). Dalam memberikan pelayanan kepada individu, okupasi terapi memerhatikan aset (kemampuan) dan limitasi (keterbatasan) yang dimiliki individu pasien dengan memberikan aktivitas yang purposeful (bertujuan) dan meaningful (bermakna).
“Sebagai langkah awal terkait pendidikan pengobatan tradisional, kami sudah mulai dengan menawarkan kursus akupuntur,” demikian kembali dinyatakan Rektor Esa Unggul
Minggu, 17 Januari 2016
Seminar Kampus Bebas Rokok di Universitas Esa Unggul
Seminar Kampus Bebas Rokok di Universitas Esa Unggul
Segenap civitas akademika Universitas
Esa Unggul sangat perduli dengan bahaya merokok, salah satu upaya untuk
menghindari bahaya merokok ini, pada tanggal 14 Januari 2016 berlangsung
seminar bebas rokok dikampus yang membahas banyak hal mengenai
kecanduan merokok dikalangan anak muda. Acara ini diadakan oleh Himpunan
Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Esa Unggul
bekerjasama dengan pergerakan anggota muda Ikatan Persatuan Ahli
Kesehatan Masyarakat Indonesia (PAMI).
Pembicara utama dalam seminar tesebut
Hery Chariansyah, SH, MH sebagai Direktur Raya Indonesia, rumah kajian
dan advokasi kerakyatan, serta Arie Pambudi, S.kom, M.kom, wakil rektor
III bidang kemahasiswaan. Dalam kesempatan tersebut Hery
Chariansyah,SH,MH mempresentasikan dampak rokok dan obat-obatan
dikalangan generasi muda yang merasuki banyak lingkungan pendidikan
tinggi.
Seminar yang diadakan digedung C itu
dihadiri oleh mahasiswa Universitas Esa Unggul yang tergabung dalam
Fakultas Kesehatan Masyarakat semuanya menyimak dengan serius dampak
yang begitu dahsyat dalam hubungan dan kecanduan merokok yang berakibat
banyaknya jatuh korban anak-anak muda terutama dalam hal penyakit
paru-paru dan jantung dan yang paling fatal adalah stroke ringan sampai
berat akibat pecahnya pembuluh darah diotak. (Is.A/Est)
Langganan:
Postingan
(
Atom
)